Proses Kreatif Menulis

                        

        
            Penulis Resume           : Rahmat Sandri Ramadhan, S.Pd

Instansi                        : SMPN 48 Muaro Jambi

Guru                            : PPKn

Hari/tanggal                : Senin 13 Juli 2020/ Jam 19.00-21.00 WIB

Pemateri                      : Drs. Jumanto, M.Pd

Topik                           : Proses Kreatif Menulis

Malam ini pertemuan ke 19,  Moderator oleh Ibu Sri Sugiastuti, narasumber malam ini adalah Drs.Jumanto, M.Pd, yang juga selaku Ketua PGRI Kabupaten Rembang. Tema kita malam ini adalah tentang Proses Kreatif Menulis. Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, guru saya bagai orang tua saya menantang Pak Jumanto untuk menulis Buku Ajar. Prof Sarwiji memberikan tantangan karena saya selaku guru meneliti buku-buku pelajaran yang dipakai di sekolah. Dengan bimbingan beliau, saya dapat menyelesaikan 3 buku ajar untuk SMP dan 5 buku ajar untuk SMA.

Satu bulan pertama hanya menyelesaikan 1 buku ajar untuk kelas VII SMP/Mts. Buku ajar untuk  kelas VIII dapat saya selesaikan 2 minggu. Selanjutnya saya dapat menyusun naskah buku untuk kelas IX dan untuk SMA rata-rata dalam waktu 2 minggu, Buku-buku tersebut dinilaikan ke Pusat Perbukuan. Pengalaman saya dari penulis, editor, marketing, manager. Keempat aktivitas ini saya lakukan sampai sekarang. Di PGRI Jateng mendapat tugas sebagai Ketua Badan Penerbitan PGRI Jateng dengan Penerbit PGRI Jateng Press, PGRI Jateng Press siap membantu menerbitkan buku Bapak Ibu penulis pemula.

Saya akan menyampaikan proses kreatif menulis yang saya jalani, semoga dapat menginspirasi saudara saudara kita untuk tetap rutin menulis. Penulis identik dengan perjalanan hidup saya. Saudara-saudara penulis hebat, menulis itu mudah banyak orang telah merasakan dengan menulis mendapatkan kenikmatan. Menulislah menulis itu mudah langsung menulis tidak perlu dipikir terlalu dalam. Kreativitas menulis seseorang akan tetap membara tentunya dipengaruhi oleh oleh motif dalam filsafat Jawa, motif itu secara garis besar ada cari jenang, cari jeneng dan cari senang, namun apabila dijabarkan masih banyak motif-motif yang lain. 

Menulis itu mudah, ide ada di mana-mana, inspirasi akan muncul sewaktu-waktu bapak ibu saudara penulis hebat dengan mudah bisa menangkap ide atau inspirasi yang muncul itu apabila ada ide atau inspirasi di saat-saat tertentu, disaat kita sibuk maka tulislah pokok-pokoknya yang selanjutnya nanti ditulis dalam outline. Bapak Ibu penulis hebat tentu setelah nanti memahami ketentuan tempat khusus untuk menulis ide-ide yang Bapak Ibu miliki dapat ditulis ditulis dan ditulis akhir nanti baru diarahkan sesuai dengan calon pembacanya.

Kreatifitas menulis akan membara yang dipengaruhi oleh motif yang berbeda-beda. Tiga jenis motif menulis menurut Bpak Jumanto 

  1. Motif jenang ( mendapat kekayaan 
  2. Motif jenang (mendapat nama/namanya terkenal/ dikenang)
  3. Motif seneng (mendapat kebahagiaan)

Menulis itu mudah, ide ada di mana-mana. Inspirasi akan muncul. Tips menulis ide disaat sedang sibuk :

  1. Tulis pokok-pokoknya
  2.  Buat outline
  3. Diakhir arahkan secara khusus

Pada akhir sesi pemaparannya, Bapak Jumanto mengungkapkan gagasan yang sering dilontarkan oleh Om Jay, yakni :

  1. Dengan menulis kita bisa menjadi kaya (motif jenang)
  2. Dengan menulis, penulis akan merasa bahagia, ini motif seneng.
  3. Dengan menulis kita akan naik ke jenjang yang lebih tinggi, inilah motif jeneng

Kesimpulan  :

1.      Menulislah menulis dan menulis dan Tulislah tema-tema yang ada di sekeliling kita.

2.      Jagalah motivasi kita dalam menulis agar kita tetap bersemangat menulis.

3.      Sebagai Guru banyak ide yang dapat ditulis menjadi buku. Setiap KD dapat dikembangkan menjadi 1 buku pengayaan.

4.      Buatlah outline agar tulisan terarah dan konseptual

5.      Buku yang kita tulis sesuaikan dengan masa perkembangan bahasa calon pembaca buku kita. Sesuaikan dengan jenjang buku sesuai UU no 3 tahun 2017 tentang Perbukuan.

6.      Kendala kita dalam menulis adalah Malas. Kita memiliki pengetahuan dan keterampilan menulis tetapi kita malas menulis.

7.      Untuk menjadi penulis bukan ditentukan bakat. Menjadi penulis karena kemauan kita untuk menulis menulis dan menulis akhirnya terampil menulis.

 

 

Komentar

Posting Komentar